25 Sep 2023

Move up is not always the only way – a career planning strategy

“Alisha bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan selama lima tahun terakhir. Dia memiliki gelar sarjana dalam bidang akuntansi dan telah memperoleh sertifikasi CPA. Namun, baru-baru ini dia merasa kurang termotivasi dan merasa tidak ada lagi tantangan di pekerjaannya. Dia merasa tidak lagi menemukan kepuasan dalam pekerjaannya dan merasa bosan dengan rutinitas sehari-hari. Alisha kemudian memutuskan untuk mencari pekerjaan baru dengan bidang yang berbeda dari sebelumnya”

Anda berencana pindah karir dan  menekuni bidang yang selama ini belum pernah dijalani?

Fenomena pindah jalur karier ini sebetulnya cukup lumrah terjadi. Ada banyak orang yang setelah sekian tahun menjalani kehidupan sebagai profesional di bidang A, tiba-tiba memutuskan untuk pindah ke bidang Z. 

Sebetulnya wajar jika kita sebagai manusia selalu mengalami proses untuk memahami diri sendiri dan menemukan hal-hal yang benar-benar disenangi. Sebagai contoh yang dirasakan Alisha pada kasus di atas.  Perubahan jalur karir biasanya dilakukan oleh orang yang masih muda (di bawah usia 30 tahun).

Berdasarkan data dari survei LinkedIn, terdapat tren yang menunjukkan bahwa banyak karyawan yang mempertimbangkan untuk pindah karir di tengah-tengah karier mereka. 

Dalam survei tersebut, sekitar 70% responden menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan untuk pindah karir karena ingin mencari tantangan baru atau mengejar minat yang berbeda.

Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa alasan pindah karir yang paling umum adalah karena kurangnya kesempatan untuk berkembang dalam peran yang sedang dijalani (45%), diikuti oleh kurangnya dukungan dari atasan atau perusahaan (41%), dan ketidakpuasan dengan budaya kerja (36%).

Menariknya, survei tersebut juga menemukan bahwa sebanyak 75% responden menganggap pindah karir sebagai cara untuk meningkatkan kepuasan kerja dan mencapai keseimbangan kerja-hidup yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa alasan pindah karir tidak hanya terkait dengan faktor pekerjaan, tetapi juga faktor kehidupan di luar pekerjaan.

Namun demikian, penting untuk diingat bahwa pindah karir juga memiliki risiko dan tantangan tersendiri. Sebelum memutuskan untuk pindah karir, perlu melakukan kajian dan pertimbangan yang matang agar keputusan yang diambil dapat membawa dampak positif bagi karier dan kehidupan secara keseluruhan.

  1. Lakukan Riset. Pelajari lebih lanjut tentang jalur karir yang ingin Anda ambil dan perusahaan di mana Anda ingin bekerja. Cari tahu tentang persyaratan keterampilan, tanggung jawab pekerjaan, dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut. Pastikan Anda memahami dengan jelas persyaratan dan ekspektasi pekerjaan baru.
  1. Evaluasi diri. Tinjau keterampilan dan minat serta kemampuan. Lihat apakah Anda memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan baru dan apakah Anda akan menikmati pekerjaan tersebut. Evaluasi dengan jujur apa yang ingin Anda capai dan apakah karir yang Anda inginkan sesuai dengan visi jangka panjangmu.
  1. Diskusi dengan orang terdekat. Ajukan pertanyaan kepada orang-orang yang telah memulai karir di bidang yang Anda pertimbangkan atau yang telah mengambil langkah serupa. Tanyakan tentang pengalaman mereka dan saran mereka tentang apa yang perlu Anda persiapkan dan apa yang perlu Anda perhatikan.
  1. Berpikir jangka panjang. Pertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari pindah karier, termasuk kemungkinan penurunan gaji atau memulai kembali dari level entry. Perencanaan dan pemikiran jangka panjang penting agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.
  1. Buat Action Plan. Buat rencana tindakan terinci yang mencakup langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan karir Anda. Tentukan bagaimana Anda akan memperoleh keterampilan yang dibutuhkan, membangun relasi, dan mendapatkan pengalaman di bidang baru.

Pindah karir bukanlah selalu menjadi solusi terbaik bagi semua orang. Sebelum mengambil keputusan besar ini, penting untuk mempertimbangkan banyak faktor. Terkadang, memperbaiki kondisi di pekerjaan saat ini atau mengejar peluang untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang yang sama dapat menjadi alternatif yang lebih baik daripada pindah ke bidang yang sama sekali baru.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, Anda dapat membuat keputusan yang matang dan meminimalkan risiko dan konsekuensi yang tidak diinginkan ketika memutuskan untuk pindah jalur karir. 

Referensi: 

  • Wang, J., Zhang, Y., Posse, C., & Bhasin, A. (2013). Is it time for a career switch?. In Proceedings of the 22nd international conference on World Wide Web (pp. 1377-1388).
  • Szewczyk, A. (2014). Continuation or switching? Career patterns of Polish graduate migrants in England. Journal of Ethnic and Migration Studies, 40(5), 847-864.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *